ORGANISASI YAYASAN

Pasal 8

Organisasi Yayasan Itsna Asyar Nasional Indonesia 936 meliputi:

(1) Pembina Yayasan: adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan kepada Pengurus atau Pengawas. Kewenangan dimaksud meliputi:

a. Keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar.
b. Pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas.
c. Penetapan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan.
d. Pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan, dan
e. Penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan.

(2) Pengurus Yayasan: adalah organ Yayasan yang melaksanakan kepengurusan Yayasan. Setiap Pengurus menjalankan tugas dengan itikad baik, dan penuh tanggung
jawab untuk kepentingan dan tujuan Yayasan sesuai Anggaran Dasar Yayasan, serta berhak mewakili Yayasan baik di dalam maupun di luar Pengadilan.

(3) Pengawas Yayasan: adalah organ Yayasan yang bertugas melakukan pengawasan serta memberi nasehat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Yayasan.

BAB V

PEMBINA, PENGURUS DAN PENGAWAS YAYASAN

Pasal 9

(1) Yang dapat diangkat menjadi anggota Pembina Yayasan terdiri atas:

a. Orang perseorangan yang mendirikan Yayasan ini.
b. Mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi, dan/atau telah memberikan jasa-jasa yang berguna untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan.

(2) Anggota Pembina tidak boleh merangkap sebagai anggota Pengurus dan/atau anggota Pengawas.

(3) Pembina mengadakan rapat sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun.

(4) Dalam rapat tahunan, Pembina melakukan evaluasi tentang kekayaan, hak dan kewajiban Yayasan tahun yang lampau sebagai dasar pertimbangan bagi perkiraan mengenai perkembangan Yayasan untuk tahun yang akan datang.

Pasal 10

(1) Pengurus Yayasan diangkat oleh Pembina berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk jangka waktu selama 5 (Lima) tahun dan dapat diangkat kembali sesuai ketentuan Anggaran Dasar.

(2) Yang dapat diangkat menjadi Pengurus adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum.

(3) Pengurus tidak boleh merangkap sebagai Pembina atau Pengawas.

(4) Susunan Pengurus terdiri atas:

a. Seorang ketua Umum
b. Ketua 1
c. Wakil Ketua 1
d. Seorang sekretaris Umum
e. Sekretaris
f. Bendahara.

(5) Dalam menjalankan tugas, Pengurus dapat mengangkat dan memberhentikan pelaksana kegiatan Yayasan yang diatur sesuai Anggaran Dasar.

(6) Keanggotaan Pengurus berakhir karena:

a. Meninggal dunia.
b. Atas permintaan sendiri.
c. Dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah pengampunan (curatate).
d. Pemberhentian atas keputuasn Pembina Yayasan

Pasal 11

(1) Yayasan memiliki Pengawas dan Anggota pengawas yang wewenang, tugas dan tanggung jawabnya diatur dalam Anggaran Dasar. Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan Yayasan.

(2) Yang dapat diangkat menjadi Pengawas adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum.

(3) Pengawas tidak boleh merangkap sebagai Pembina atau Pengurus.

(4) Pengawas Yayasan diangkat oleh Pembina berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk jangka waktu selama 5 (Lima) tahun dan dapat diangkat kembali sesuai ketentuan Anggaran Dasar.

Dalam hal pengangkatan, pemberhentian, dan penggantian Pengawas oleh Pembina Yayasan dilakukan sesuai ketentuan Anggaran Dasar.

BAB VI

KEWAJIBAN PENGURUS

Pasal 12

(1) Pengurus berkewajiban menjalankan peraturan-peraturan yang tercantum dalam Anggaran Dasar ini.

(2) Pengurus mengatur seperlunya dalam Anggaran Rumah Tangga semua hal yang belum atau tidak cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini dan membuat
Peraturan-peraturan tersebut tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar.

(3) Setiap Pengurus bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila yang bersangkutan dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran
Dasar, yang mengakibatkan kerugian Yayasan atau pihak ketiga.

BAB VII

MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT PENGURUS

Pasal 13

Dalam menjalankan kebijakan umum serta menentukan arah kegiatannya berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, ditempuh dengan musyawarah untuk mufakat melalui rapat-rapat yang dilaksanakan dengan azas kekeluargaan.

Pasal 14

Menurut tingkatannya musyawarah dan rapat-rapat Yayasan ini terdiri dari:

(1) Musyawarah Besar, adalah rapat Pembina, Pengurus, dan Pengawas Yayasan.

(2) Rapat Pleno Pengurus, adalah rapat Pengurus mengenai pembinaan, pengembangan, evaluasi dan segala aktivitas yayasan.

(3) Rapat Kerja, adalah Rapat Pengurus yang membahas kebijaksanaan operasional untuk setiap tahun anggaran, baik mengenai kegiatan maupun
anggarannya.

(4) Rapat Khusus, adalah Rapat Pengurus yang membahas masalah-masalah yang menuntut segera pemecahannya atau penanganannya.

Pasal 15

(1)Pengurus diwajibkan mengadakan rapat sekurang-kurangnya sekali dalam setahun, dan setiap waktu jika dianggap perlu oleh ketua sekurang-kurangnya 2/3
(dua pertiga) dari jumlah anggota yang memberitahukan kehendaknya itu kepada ketua.

(2)Dalam rapat-rapat tersebut ketua Pengurus memegang Pimpinan, jikalau ketua tidak hadir oleh seorang yang dipilih oleh dan dari mereka yang hadir.

(3)Rapat Pengurus dianggap syah, jikalau sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari para anggota yang hadir.

(4)Jika yang hadir tidak cukup, maka dapat menyelenggarakan rapat yang baru secepat-cepatnya dalam dua minggu setelah itu, dalam rapat mana dapat diambil keputusan yang sah dengan tidak perlu mengikat jumlah anggota yang hadir.

(5) Semua keputusan diambil dengan suara terbanyak seperti biasa, kecuali jika dalam Anggaran Dasar ini dalam Anggaran Rumah Tangga ditentukan cara lain.

(6) Jika suara yang setuju atau tidak setuju sama banyaknya, maka dalam hal ini ketua dapat memutuskan dengan penuh kebijaksanaan demi kemanfaatannya.

Tiap-tiap anggota berhak mengeluarkan satu suara dalam rapat.